facebook40 twitter40 google40 pinteres40 youtube40 instagram40

Visi :

Sebuah kawasan inovasi dan inkubator seni dan budaya yang diakui secara nasional maupun internasional.

Misi :

Menyediakan lingkungan dengan mutu terjamin,untuk menciptakan inovasi seni dan buidaya serta teknologi yang kompetitif dan berhasil,melalui kekuatan sinergi antara industri,pemerintah dan lingkungan akademik yang berbasis pada pengembangan dan inovasi yang berkelanjutan.

Tujuan :

Teckno Art Park membuat keterhubungan dinamis antara akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah. Teckno Art Park menciptakan sinergi ide,inovasi dan know-how dari dunia akademik dan keunggulan sumberdaya pelaku bisnis. Sinergi ini diharapkan dapat mengembangkan produk secara akseleratif serta mempercepat proses kontinyuitas produksi dilingkungan industri kreatif.

Produk Techno Art :

Hingga kini TAP sudah menghasilkan berbagai inovasi desain produk,hasil hasil penelitian dibidang seni dan desain,kerja sama dengan instansi luar negeri seperti Brunei Darusallam,Malaysia,Singapore.

Konsep Techno Art Park :

Sejalan dengan perkembangan sains,teknologi dan seni serta perkembangan konsep konsep dibidang kultural and kreatif industri,Techno Art Park meneysuaikan organisasinya untuk menyediakan layanan maksimal bagi masyarakat luas. Konsep pengembangan techno art park berpijak pada konsep pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2009 sampai 2025 yaitu Triple Helix.

Dalam konsep triple helix,masyarakat adalah individu individu atau sumber daya manusia yang kreatif.sedangkan 5 pilar utama yang harus diperkuat dalam mengembangkan industri kreatif adalah :

   1.Industri yaitu kumpulan dari perusahaan yang bergerak didalam bidang industri kreatif.

   2.Teknologi yaitu Enabler untuk mewujudkan kreatifitas individu dalam bentuk karya nyat.

   3.Sumber daya yaitu input selain kretifitas dan pengetahuan individu yang dibutuhkan dalam proses kreatif,misal : SDA,Lahan.

   4.Institusi yaitu tatanan sosial termasuk didalamnya asosiasi industri,asosiasi profesi dan komunitas kreatif lainnya.

   5.Lembaga keuangan yaitu lembaga intermediasi keuangan.

Dalam konsep Triple Helix, TechnoArt Park bertindak sebagai agen pemerintah yang memiliki sumber daya intelektual, dan sudah melakukan kerjasama dengan instanti akademi lainnya antara lain UGM, UII, Politeknik Seni Jogjakarta, Republic Polytechnic Singapore dan lembaga pendidikan lainnya di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Sebagai contoh, ketika akan memasarkan barang seni, maka kontribusi masing-masing elemen dari Triple Helix adalah sebagai berikut :

Berdasarkan konsep Triple Helix tersebut, TechnoArt Park memberikan kontribusi mengembangkan bidang periklanan, pasar barang seni, kriya, desain produk, fesyen, fotografi, musik, seni pertunjukkan, penerbitan jurnal, riset dan pengembangan di bidang bisnis seni. Untuk mendukung pengembangan insdustri kreatif tersebut, TecnoArt Park mengembangkan unit-unit kerja yang fleksibel dan adaptif dan merencanakan struktur organisasi 2010-2011 sebagai berikut.

Konsep Desain TecnoArt Park

          Seiring dengan isu pencegahan pemanasan global (global warming) dan isu pelestarian keragaman hayati, program-program pengembangan produk kreatif di TechnoArt Park dijalankan dengan basis desain hijau. Desain hijau berasumsi bahwa desain produk kreatif harus mempertimbangkan dampak produk terhadap lingkungan, pada seluruh tahapan siklus hidup produk (product life cycle) yaitu sejak mengolah bahan dasar, pembuatan, pemasaran dan distribusi, penggunaan produk dan pembuangan produk ketika tidak digunakan lagi oleh konsumen. Selain berbasis kepada teknologi, desain produk kreatif yang diciptakan juga mempertimbangkan faktor ekonomis artinya produk harus bersifat fleksibel, handal, jangka panjang, adaptif moduler, de-materialisasi dan dapat digunakan kembali (reusable).

Untuk menjaga keberlangsungan inovasi desain, TechnoArt Park mengamplikasikan lima prinsip eco-desgn managjemen yaitu:

  1. Solusi muncul dari masyrakat industri kreatif. Desain hijau dimulai dengan pengetahuan yang sangat erat berkaita dengan lingkungan sekitarnya. Memiliki karakteristik berskala kecil, langsung, responsif terhadap kondisi dan masyarakat lokal.
  2. Manfaatkan alam apa adanya. Dengan membuat siklus alam dan proses pembuatan produk apa adanya, akan mengembalikan lingkungan yang didesain kembali ke alam. Desain yang efektif membantu memahamkan kita tentang lingkungan disekitar kita sesuai dengan alam sekitarnya.
  3. Mendesain produk secara alamiah. Bekerja dengan proses yang alamiah, kita akan menghargai kebutuhan berbagai spesies di bumi ini, yang akan melakukan regenerasi bukan penghancuran lingkungan, maka kita akan menajadi lebih hidup.
  4. Desain mempertimbangkan dampak lingkungan. Lakukan analisis dampak lingkungan dari desain yang kita buat, dan gunakan informasi ini untuk menentukan kemungkinan-kemungkinan pelestarian lingkungan.
  5. Setiap orang adalah desainer. Dengakan setiap suara didalam proses desain. Ketika orang bekerja bersama-sama untuk menyembuhkan lingkungan yang rusak, mereka juga akan menyembuhkan diri sendiri.

Untuk mencapai keberhasilan penerapan desain hijau, TechnoArt Park mempertimbangkan tiga aspek implementasi desain hijau yaitu :

Sustainability dan Lifestyle

          Ada dua alasan mengapa terjadi paradigma baru dalam perkembangan desain produk. Pertama, desain diarahkan kepada konsep keberlangsungan (Sustainability). Konsep keberlangsungan ini meliputi daya tahan desain untuk jangka panjang, bahan dan proses yang digunakan untuk produksi tidak merusak lingkungan. Kedua, jika desain memberi kontribusi kepada budaya manusia, maka harus mencerminkan gaya hidup masyarakat tertentu.

Incremental Development

          Pendekatan desain yang cocok untuk konsep tersebut adalah incremental product improvement artinya pengembangan produk dilakukan secara bertahap sesuai dengan (1) Kebutuhan konsumen, (2) Pemeliharaan lingkungan hidup dan (3) Teknologi tepat guna sehingga tidak terjadi konflik diantara tiga unsur tersebut, dan mengurangi dampak negatif desain produk dan produksinya (Walker,2008).

          Dampak negatif yang muncul antara lain tidak laku jual karena tidak dapat memenuhi kebutuuhan konsumen, bahan yang digunakan mengakibatkan perusakan lingkungan, proses produksinya menghasilkan limbah yang tidak ramah lingkungan, teknologi yang digunakan berbiaya tinggi, dan daur hidup produk sangat pendek sehingga produk cepat menjadi usang dan tidak diminati lagi oleh konsumen.

          Untuk menghindari konflik, maka penciptaan produk baru ini harus bagian dari solusi. Dengan demikian peran desain pada penciptaan produkk bukan hanya sekerdar ekspresi desainer, tetapi merupakan interelasi antara kultur material, konsumerisme, lingungan dan dampak sosial. Desainer bisa mengeksplorasi metode baru dan mengembangkan pendekatan alternatif untuk mendefinisikan produk fungsional.

          Incremental product improvement dikembangkan menjadi bagian dari konsep desain yang layak  diintegrasikan dengan konsep desain konvensional yang sudah dijalankan selama ini. Untuk menjaga supaya proses pengembangan tetap konsisten dilakukan secara bertahap, maka produk didesain dengan menitik beratkan pada konsep acceptace of what is. Konsep ini sangat natural dan menghindaari konsep mendesain secara konvensional yaitu sekedar membuat desain baru dan berumur pendek.

Triple "R"

          Ada tiga "R" sebagai dasar penciptaan produk. R yang pertama berkaitan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan yaitu reduce, yang dimaknai dengan sikap  mengurangi bahan, energi dan menggunakannya sehemat mungkin

          R yang kedua adalah reuse, yaitu menggunakan kembali produk-produk yang sudah usang atau tidak terpakai dan digunakan untuk kepentingan lain yang bermanfaat. Misalnya kemasan minyak goreng isi ulang yang terbuat dari plastik digunakan kembali untuk membuat produk tas. Reducing dan reusing merupakan dua aspek yang sangat penting dan harus diberikan prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan R yang ketiga yaitu recycling(Walker,2008).

          Pemikiran tentang desain yang lebih menekankan fungsi produk dengan mengetengahkan unsur-unsur reducing, reusing dan recycling menghasilkan produk baru dengan bahan lama, dan selalu mempertimbangkan pelestarian lingkungan. Produk baru yang didesain dengan menerapan prinsip-prinsip tersebut akan memberikan kontribusi yang tidak ternilai kepada pemberdayaan kearifan lokal, pelestarian lingkungan, kesejahteraan ekonomi rakyat karena bisa di produksi dengan skala kecil maupun besar. Industri kreatif dimulai dari kegiatan ekonomi semacam ini.

          Sebagai contoh produk kap lampu yang menggunakan kembali (reuse) botol bekas kemasan minuman, dikombinasikan dengan kap lampu yang terbuat dari kertas semen (recycling) dan idalamnya dipasang lampu hemat energi (reducing). Produk baru ini bisa mengintegrasikan skala besar dan produksi massal dengan skala kecil dan produksi lokal serta menyediakan banyak peluang untuk menciptakan industri kreatif melalui desain dan penggunaan kembali barang-barang yang sudah tidak dipakai pada level sangat lokal. Konsep penciptaan produk tersebut mengubah peran desain menjadi peran yang lebih ditujukan kepada masyarakat dan lingkungannya, namun menggunakan material dan kearifan lokal.

Tugas Pokok

          Industri kreatif merupakan industri yang fokus pada kegiatan mengkreasikan dan mengeksploitasi produk kekayaan intelektual (intelectual property) seperti seni, film, games atau desain fesyen, atau layanan kreatif untuk bussines-to-bussines misalnya iklan. Sektor ini sangat rentan terhadap berbagai isu pembajakan dan peniruan, karena nilai produknya yang relatif lebih tinggi daripada nilai produk untuk kebutuhan sehari-hari.

          Sebagai unit fungsional yang dinamis dan memiliki tugas mengembangkan lingkungan industri kreatif, semata-mata hanyalah sebagian kecil dari seluruh program yang diunggulkan oleh lembaga PPPPTK Seni dan Budaya.

          Selanjutnya, seluruh unit di TechnoArt Park adalah pelaksana program yang efisien dan ekseleratif, berkelanjutan dan selalu mempertimbangkan pelestarian ekosistem.

 

Visi

Pelaksanaan dan pengembangan diklat manajemen sekolah yang kompeten dan handal

Misi

  • Menyelenggarakan diklat bagi calon kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, unit sekolah
  • Melaksanakan penelitian terkait standar proses
  • Melaksanakan kegiatan lain yang terkait yang bermanfaat bagi sekolah
  • Melaksanakan pendampingan langsung dalam rangka pengembangan sekolah

Program

  • Melaksanakan diklat calon kepala SMK, SMP, SMA
  • Melaksanakan diklat penguatan kepala SD, SMP, SMA,SMK
  • Melaksanakan diklat penguatan untuk wakil kepala SD, SMP, SMA, SMK
  • Melaksanakan pendampingan teknis untuk pengembangan sekolah
  • Melaksanakan penelitian tentang standar proses di sekolah dan lembaga diklat
  • Melaksanakan kegiatan seperti diatas dengan berpedoman pada SMM ISO
  • Melaksanakan tugas tambahan yang relevan

Produk dan Jasa

  • Diklat calon kepala SMK
  • Diklat penguatan kepala SMP, SMA, SMK
  • Diklat penguatan wakil kepala SMK
  • Pendampingan teknis pengembangan sekolah Penelitian di bidang standar proses
  • Pendampingan penyusunan EDS, MSPD, PKB, PTS di SMP, SMA, SMK

Fasilitas

  • Ruang rapat, LCD TV
  • Dokumen hasil pendampingan EDS, MSPD, PKB, PTS di SMP, SMA, SMK
  • Dokumen hasil pendampingan 15 RSBI SMK
  • Dokumen hasil pendampingan teknis SMKSB

Kompetensi Pokok

1. Sistem Data Base dan Pemrograman

    Data base system dan Pemrograman

    Basic, Pascal, C,C++

    Delphi

    Java

    Visual : Basic, Foxpro, C++

2. Networking

    Operating system : Komunikasi antar host

    Rancang bangun topologi jaringan computer LAN, WAN

    Aplikasi Client- Server

3. Internetworking

    Homepage/Website

    Database dan pemrograman pada website

    Server internet : DNS, Proxy, Mail, Fiele dsb

4. Support System

    Maintenance dan Repair Komputer

    Back_up Data

    Penanganan Virus Komputer

5. Multimedia

    Designer

    Multimedia on CD  Production

    Multimedia on Web production

 

Fasilitas Ruang

Ruang

  • Ruang Lab Komputer Cisco
  • Ruang Lab Komputer AVA
  • Ruang Server
  • Ruang Control
  • Ruang Gudang Elektronik
  • Ruang Audio Visual
  • Ruang Self Acces
  • Ruang Maintenance dan Repair
  • Kamar Mandi/ toilet

 

Kompetensi Pokok

1. Sistem Data Base dan Pemrograman

    Data base system dan Pemrograman

    Basic, Pascal, C,C++

    Delphi

    Java

    Visual : Basic, Foxpro, C++

2. Networking

    Operating system : Komunikasi antar host

    Rancang bangun topologi jaringan computer LAN, WAN

    Aplikasi Client- Server

3. Internetworking

    Homepage/Website

    Database dan pemrograman pada website

    Server internet : DNS, Proxy, Mail, Fiele dsb

4. Support System

    Maintenance dan Repair Komputer

    Back_up Data

    Penanganan Virus Komputer

5. Multimedia

    Designer

    Multimedia on CD  Production

    Multimedia on Web production

Fasilitas Ruang

Ruang

  • Ruang Lab Komputer Cisco
  • Ruang Lab Komputer AVA
  • Ruang Server
  • Ruang Control
  • Ruang Gudang Elektronik
  • Ruang Audio Visual
  • Ruang Self Acces
  • Ruang Maintenance dan Repair
  • Kamar Mandi/ toilet

Peralatan Mesin

  • Komputer Laboratorium
  • Komputer Self Acces
  • Komputer Self Acces
  • Scanner
  • Printer B & W
  • Printer Color
  • UPS
  • Komputer Editing Video
  • LCD
  • TV 29"
  • Kamera VHS